Rabu, 07 September 2016

Inilah Alasan Mengapa Kalian Harus Menjadi Otaku

1. Awal Mula


Otamegane.com - Yahalo! Ini adalah tulisan pertama saya yang seharusnya saya posting pertama tapi karena ada sesuatu dan lain hal saya posting agak telat, bisa dibilang tulisan saya ini hanyalah sekapur sirih buat teman-teman yang berkunjung ke blog saya yang sederhana ini. Di sini saya hanya ingin berbagi kisah dan pengalaman sebagai seorang otaku. Semoga saja bisa menjadi penyemangat untuk membaca tulisan-tulisan saya yang lainnya. Saya menjadi seorang otaku ketika saya masih SD, sekitar kelas 1-2 SD. Ketika itu, saya sudah menonton banyak kartun seperti pokemon, doraemon, shin chan, spongebob dll dan saya masih belum bisa membedakan antara kartun dan anime. Anime pertama yang membuat saya jatuh hati adalah anime Naruto dan saya yakin hampir 1/3 penduduk bumi sudah tahu siapa itu Naruto mengingat anime ini sudah melegenda selama 15 tahun. Episode pertama yang saya tonton adalah ketika Naruto mengejar Ga’ra dan bertarung dengan siluman berekor satu di dalam hutan. Saking berkesannya saya bahkan masih ingat judulnya, “Pertarungan di Malam Bulan Purnama.” LOL. Pada waktu itu, banyak anime yang diputar di stasiun TV Indonesia, tidak seperti sekarang banyak yang isinya sinetron yang merusak moral bangsa Indonesia. Biasanya anime diputar mulai dari pukul 5 pagi sampai jam 7, inilah salah satu alasan saya tetap bangun pagi setiap harinya. Banyak sekali anime-anime yang bagus seperti Eureka 7 ditayangkan pada pagi hari. Akan tetapi ada satu anime yang sangat saya suka pada waktu itu, Death Note. Anime bergenre misteri yang menceritakan tentang buku kematian, yang dimana 2 pemeran antagonis dan protaginis bertarung demi menegakkan keadilan menurut pandangan mereka masing-masing. Bertarung di sini bukan berarti saling pukul akan tetapi beradu strategi menyerang satu sama lain. L dan Kira adalah 2 pemeran utama yang di mana L adalah adalah detektif hebat yang selalu memcahkan semua misteri dan Kira sang pemegang buku kematian yang tidak kalah cerdas dengan L. Alhasil, Death Note menjadi anime terbaik yang pernah saya tonton sampai 2014 dan benar-benar membuat saya menjadi seorang otaku dan sejak saat itu saya sudah mulai menonton hampir puluhan atau mungkin sudah ratusan judul anime.

Baca Juga: Hal Ini Hanya Akan Disadari Setelah Menonton Shigatsu wa Kimi no Uso 2 Kali

2. Anime Adalah Tontonan Anak Kecil?


Inilah kalimat yang selalu dilontarkan oleh para haters yang selalu menganggap bahwa anime adalah tontonan anak kecil. Tapi saya dengan tegas akan mengatakan bahwa anime bukanlah tontonan bagi anak kecil karena ada banyak anime di luar sana yang akan membuat kalian tercengang dengan ceritanya yang sangat epic. Sebut saja Shingeki no Kyojin, anime yang paling populer tahun 2013 ini menjadi buah bibir semua orang mulai dari anak-anak sampai orang tua, Jadi, ternyata ada beberapa anime yang bisa dikatakan sebagai tontonan yang layak bagi semua usia. Terkadang para haters suka mengomentari sesuatu sebelum monontonnya dan jika kalian adalah para pembenci anime maka sekarang cobalah menonton satu anime saja sampai akhir. Kalian bisa mencari anime-anime bagus di forum-forum tertentu dengan bertanya di sana atau memulainya dengan anime yang sudah saya sebutkan di atas. Saya juga tidak ingin dikatakan terlalu subjektif, akan tetapi jujur saja saya sudah mononton beberapa film, sinetron, drama, dan kartun tetap saja saya selalu menganggap bahwa anime adalah yang terbaik. Sebagai bukti saja, saya sudah menonton film barat seperti The Maze Runner, The Hunger Game, Resident Evil,  Who am I?, film asia seperti Pee Mak Perkhanong (film Thailand), The Raid 1&2 (film Indonesia), drama korea seperti City Hunter, BBF, Guminho, The Heirs dan masih banyak lagi. Mereka adalah film-film bagus yang sudah saya tonton dan entah itu di segi plot, moral atau kesannya tetap saja saya menganggap animelah yang terbaik walaupun gambarnya hanya 2D, tapi bagi saya 2D jauh lebih baik dari 3D karena kita bisa membuat semuanya menjadi mungkin. Kembali ke topic awal yaitu anggapan tentang anime hanya diperuntukan untuk anak kecil. Faktanya banyak sekali orang yang mengatakan demikian karena belum mononton anime yang bertema Gore seperti Tokyo Ghoul atau Akame ga Kill yang penuh dengan aksi-aksi pembunuhan, juga anime-anime misteri yang akan membuat sebagian orang tidak bisa mengikuti alur ceritanya yang penuh dengan misteri seperti anime Death Note atau Monster yang akan membuat sebagian orang menyerah sebelum akhir karena tidak memahami jalan ceritanya. Kesimpulannya, anime bukanlah sekedar hiburan semata tetapi juga tontonan yang mencerdaskan. Saya tidak melebih-lebihkan tapi memang itu lah faktanya karena saya sudah menonton banyak judul anime sejak saya belum masuk SD. Seeing is believing.

3. Kenapa Harus Menjadi Otaku?


Alasannya  sederhana karena menjadi seorang otaku lebih baik daripada tidak menjadi seorang otaku. Otaku adalah sebutan bagi para pecinta anime atau hal-hal berbau Jepang walaupun arti sesungguhnya berbeda dengan apa yang ada sekarang. Akan tetapi, karena perubahan zaman kata otaku sudah lebih sempit menjadi seperti sekarang ini.  Mungkin bagi sebagian orang menjadi otaku berarti harus hidup dengan mengasingkan diri dan menonton anime sepanjang waktu, tapi sebenarnya yang saya maksudkan di sini adalah kita manjani 2 kehidupan yaitu kehidupan 3D dan 2D secara bersamaan. Dan perlu teman-teman tahu juga bahwa ketika kita membaca buku entah itu novel dan buku sejarah maka sebenarnya kita sudah menjalani banyak kehidupan sekaligus dan membuat pola dan cara berpikir kita menjadi berbeda dari orang lain. Hal ini juga berlaku bagi anime atau komik yang kita baca dan tonton sehari-hari  yang dimana kita bisa mendapatkan pengalaman yang jauh lebih banyak daripada orang pada umumnya. Setidaknya itulah yang saya rasakan selama manjadi otaku.
4. Penutup


Pesan terakhir dari saya, jangan menilai kesenangan orang lain hanya dari prilaku mereka terkadang kalau kita ingin mengenal sesuatu kita harus hidup seperti mereka untuk bisa mengetahui alasan mereka menyukainya. Ini hanya sepenggal cerita saya selama menjadi otaku dan saya hanya ingin berbagi kisah tentang menakjubkannya menjadi seorang otaku walaupun di kehidupan sehari-sehari orang yang menonton anime sering dianggap kekanak-kanakan. Semoga tulisan saya ini menginspirasi teman-teman semua dan jangan lupa carilah alasan masing-masing untuk menjadi seorang otaku karena tulisan ini adalah alasan versi saya sendiri. Cheerio!


EmoticonEmoticon