Daftar Lengkap Anime Karya Makoto Shinkai

Otamegane.com - Baru-baru ini dirilis sebuah film animasi yang mengalami overrated mencengangkan. Bagimana tidak, setelah pemutaran film animasi terbarunya ‘Kimi no Na Wa’ langsung menduduki peringkat pertama dengan rating 9.40! Rating film animasi ini merupakan yang tertinggi sejauh ini berdasarkan versi myanimelist. Di balik karya yang hebat pasti ada pembuat yang hebat. Dia lah Makoto Shinkai, seorang jenius yang dengan ketekunannya membuat sebuah karya masterpiece. Nama Makoto Shinkai bukanlah nama yang baru karena jauh sebelum membuat Kimi no Na Wa, dia telah membuat banyak sekali karya baik itu manga atau film animasi. Sebut saja film animasi 5 cm per Second, salah satu film animasi  yang telah mengangkat namanya menjadi seterkenal sekarang. Sekarang penggemar dari karya-karya Makoto-sensei semakin banyak, bahkan kabar pembuatan filmnya saja akan menjadi viral di internet. Salah satu alasan mengapa banyak orang yang menyukai fimnya tidak lain karena gambarnya yang indah dengan cerita yang menghangatkan hati. Tidak bermaksud melebih-lebihkan, tapi memang itulah yang saya rasakan ketika menonton film-filmnya. Karena film terbarunya begitu popular saya berinisiatif untuk berbagi informasi tentang film-film animasi yang telah dibuat Makoto-sensei. Berikut ini daftar film-filmnya dari yang pertama sampai Kimi no Na Wa:

BACA JUGA :  40 Rekomendasi Anime Terbaik dari 8 Genre yang Berbeda

1. Other Worlds (1997)


Film pertama dari Makoto Shinkai adalah sebuah film pendek atau lebih tepatnya sangat pendek karena hanya berdurasi 1 menit. Walaupun demikian, dia terkenal dengan karya-karya dengan makna yang dalam di setiap filmnya. Teman-teman bisa menontonnya filmnya di youtube, sebuah film yang menggambarkan hubungan sepasang kekasih. Tidak ada dialog sama sekali dengan warna gambar hanya hitam putih dan diiringi music piano, seakan-akan ingin memberitahu kita tentang kasih sayang dan harapan seseorang yang ingin selalu bersama kekasihnya. Bagi saya pribadi, film ini sudah menjadi sebuah batu pijakan baginya menuju kesuksesan.

2. She and Her Cat (1999)


Dua tahun setelah membuat Other World, Makoto Shinkai kembali membuat film pendek yang hanya berdurasi 4 menit. Kali ini, dia membuat karya yang lebih lengkap dari sebulumnya yang di mana dia menambahkan dubbing, sebuah monolog dari perasaan seekor kucing bernama Chobi kepada pemiliknya yang namanya tidak disebutkan. Sebuah pertemuan yang indah ketika hujan yang deras dia membawa Chobi ke rumahnya. Tidak hanya memberikannya rumah tapi juga kasih sayang. Film pendek ini tidak hanya menceritakan tentang hubungan seekor kucing dengan pemiliknya akan tetapi juga memberitahu kita bahwa cinta bisa datang dengan wujud yang berbeda.

3. Voices of a Distant Star  (2002)


Pada filmnya yang ke-3, Makoto Shinkai membuat sesuatu yang benar-benar berbeda. Sebuah film dengan durasi yang lumayan lama, 25 menit, menggunakan gambar 2D dan 3D. Tidak seperti film-film sebelumnya yang hanya berwarna hitam putih, Voices of a Distant Star  merupakan sebuah film yang sudah lengkap (OVA). Film yang satu ini mengambil latar waktu di masa depan tepatnya pada tahun 2046 yang di mana pada tahun tersebut telah ditemukan tanda-tanda kehidupan makhluk luar angkasa di planet Mars. Walaupun ceritanya erat dengan Sci-fi, tetapi film ini sebenarnya lebih fokus ke hubungan jarak jauh sepasang kekasih. Nagamine Mikako dan Terao Noboru adalah 2 murid  SMP yang baru saja lulus. Ketika Noboru akan memasuki SMA, Mikako dipilih untuk bergabung dalam ekspedisi menuju Mars. Pada akhirnya. Hubungan mereka dibatasi oleh jarak sejauh bintang yang tidak akan bisa digapai oleh suara dan hanya saling menyapa dengan Email.

Baca Juga: 7 Cerita Asli Re:Zero yang Tidak Ada dalam Animenya

4. Egao (2003)


Tidak lama sejak pembuatan film terakhirnya, tepatnya tahun 2003, Makoto-sensei kembali lagi merilis sebuah film pendek. Padahal sudah buat OVA yang bagus kenapa buat film pendek lagi? Menurut saya pribadi, Makoto-sensei membuat ini hanya demi kepuasaan pribadi saja karena durasinya hanya 2 menit. Sebenarnya karya Makoto-sensei yang satu ini lebih mirip video clip lagu karena film yang hanya berdurasi 2 menit ini diiringi dengan lagu yang santai dengan latar cerita seorang remaja perempuan dengan seekor hamster. Sepertinya, pembuatnya ingin memberitahu kita bahwa kebahagian bisa didapat dari sesuatu yang sederhana seperti judulnya “Egao” yang berarti senyuman.

5. The Place Promised in Our Early Days (2004)


Atau dalam bahasa Jepang disebut Kumo no Mukou, Yakusoku no Basho adalah karya pertama dari Makoto Shinkai yang pantas disebut sebagai film animasi sebenarnya. Tidak hanya karenya durasinya yang sampai satu setengah jam tapi juga plot cerita dan gambarnya benar-benar memukau. Inti cerita dari film yang satu ini tidak jauh dengan sebelumnya yaitu hubungan sepasang kekasih. Dengan latar perang tahun 1974, Jepang dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian selatan yang dikuasai oleh Amerika dan bagian utara yang dikuasai oleh Uni Soviet. Alur cerita dari anime ini lumayan rumit untuk dijelaskan tapi sebenarnya inti dari hampir semua film-film Makoto-sensei adalah untuk menghancurkan hati penontonnya. Bagi kalian yang mengaku penggemar Makoto Shinkai, saya sangat merekomendasi film yang satu ini karena bisa dikatakan kalau film Kumo no Mukou, Yakusoku no Basho merupakan bukti awal kerasnya perjuangan Makoto-sensei dalam membangun karir di bidang animasi.

6.  5 Centimeters Per Second (2007)


Sebelum hadirnya Kimi no Na Wa, 5 Centimeters Per Second telah berjasa besar mengangkat nama Makoto Shinkai menjadi seterkenal sekarang karena filmnya yang satu ini merupakan salah satu karyanya yang paling fenomenal. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya kalau Makoto Shinkai memang suka membuat film-film yang sedih, begitu pula film yang satu ini. Tidak terlalu banyak dialog di dalamnya, akan tetapi gambar-gambar yang ditampilkan seakan-akan berbicara, menjelaskan kejadian-kejadian yang sedang terjadi. Teman-teman juga akan menemukan banyak sekali kata-kata bijak dengan gambar yang memanjakan mata sehingga saya menganggap 5 Centimeters Per Second  merupakan karya yang luar biasa. Walaupun menuai banyak pro dan kontra,  saya sendiri sangat menyukai film ini bahkan saya sudah menontonnya berkali-kali karena kisahnya mirip sekali dengan kisah romance yang saya alami. Jadi setiap kali menontonnya, selalu  membuat saya ‘baper’ ingat si do’i. hiks.. hiks… (abaikan).  Sepertinya saya tidak perlu menulis sinopsisnya karena saya pikir akan lebih baik jika teman-teman menontonnya langsung.  Saya sangat merekomendasikan film yang satu ini entah kalian penggemar Makoto Shinkai atau tidak karena film yang satu ini akan benar-benar membuat hati kalian hancur terutama bagi kalian yang pernah merasakan pahitnya cinta.

7. A Gathering of Cats (2007)


Film yang satu ini memang sedikit berbeda dengan yang lainnya karena walaupun filmnya terdiri dari 15 episode tapi setiap episodenya rata-rata hanya berdurasi 1 menit. Berdasarkan informasi yang saya baca di Wikipedia, film ini hanyalah sebuah filler saja jadi kayak iklan tetapi memiliki cerita yang berlanjut. Film ini dibagi menjadi 3 season yang setiap seasonnya terdiri dari 5 episode. Bagi yang penasaran bagaimana cerita selengkapnya lebih baik langsung tonton saja filmnya karena informasi untuk film ini sangat terbatas.

Baca Juga: 10 Anime yang Bikin 'Gagal Paham'

8. Children Who Chase Lost Voices (2011)


Memiliki durasi sampai sekitar 2 jam dengan gambar yang tidak jauh berbeda dengan 5 centimeter per second, menjadikan Children Who Chese Lost Voices salah satu film Makoto-sensei yang wajib kalian tonton. Setelah ayahnya meninggal, Asuna Watase seorang remaja perempuan dipaksa tumbuh dewasa lebih awal demi meringankan beban ibunya. Pada suatu hari, Asuna dihadapkan dengan sebuah pertualangan yang menegangkan dan penuh misteri bersama seorang pemuda misterius. Kejadian-kejadian yang dilalui Asuna membuatnya menemukan jati diri yang sebenarnya dan fenomena-fenomena aneh yang menimpanya. Bagaimana? Apakah temantertarik untuk menonton film ‘masterpiece’ dari Makoto-sensei ini?

9. Dareka no Manazashi  (2013)


Walaupun hanyalah sebuah film pendek yag berdurasi 7 menit tetapi Dareka no Manazashi telah menarik banyak sekali penonton terlebih lagi ada beberapa situs yang mengupload film pendek ini ke situs mereka. Beberapa teman saya juga berpendapat kalau film ini sarat dengan pesan moral yang berhasil disampaikan hanya dalam waktu 7 menit saja. Dareka no Manazashi menceritakan tentang hubungan dari sebuah keluarga yang tidak terlalu harmonis yang dimana  Aya Okamura tinggal jauh dengan kedua orang tuanya demi pekerjaan. Sebuah kisah tentang hubungan keluarga yang semakin pudar seiring dengan dewasanya seorang anak. Hal seperti ini adalah sesuatu yang jarang sekali dibayangkan oleh seorang anak dimana orang tua mereka sangat merindukan kebersamaan bersama anak-anaknya walaupun mereka sudah bisa hidup mandiri. Itulah cerita yang digambarkan dalam film singkat ini yaitu kerinduan orang tua kepada anaknya yang sudah sudah dewasa.

10. The Garden of Words (2013)


 Pada tahun yang sama, Makoto-sensei membuat salah satu karya terbaiknya yaitu The Garden of Words atau lebih popular dengan nama  Kotonoha no Niwa. Dari segi gambar tidak perlu diragukan lagi, bahkan detail gambarnya lebih baik daripada 5 cm per second.  Plot cerita dari filmnya ini  bisa dibilang sangat unik dan anti mainstream karena mengangkat kisah cinta antara murid dan guru. Di Jepang sendiri, hubungan cinta antara guru dan murid sangat dilarang mungkin itu alasannya mengapa Makoto-sensei mengangkat tema ini untuk menunjukan bahwa cinta itu tidak dibatasi oleh umur atau status. Judul dari film ini sendiri diambil dari latar tempat yaitu sebuah taman dimana Takao Akizuki seorang siswa berumur 15 tahun bertemu dengan Yukari Yukino yang berumur 27 tahun. Pada musim hujan, mereka selalu bertemu untuk berteduh di taman tersebut dan akhirnya saling mengenal satu sama lain. Akan tetapi, suatu hari Akizuki terkejut setalah mengetahui bahwa Yukino yang sering bertemu dengannya di taman adalah salah satu gurunya dan yang lebih buruknya dia mengetahui fakta itu setelah dia jatuh hati kepadanya. Sebuah kisah dua insan yang dipertemukan oleh hujan di sebuah taman yang dipenuhi kata-kata cinta.
“A faint clap of thunder;
Clouded skies;

Perhaps rain comes – if so, will you stay here with me?”

“A faint clap of thunder;
Even if rain comes not;
I’ll stay here, together with you…”

11. Kimi no Nawa (2016)


Inilah karya terbaru sekaligus yang paling fenomenal dari Makoto Shinkai. Kimi no Nawa adalah singkatan dari Kimi no Namae Wa tau dalam bahasa Indonesia berarti 'Namamu' merupakan film yang paling sukses dari Makoto Shinkai. Menurut informasi yang saya dapat, film ini telah menembus pendapatan 11.1  juta dollar! Keuntungan dari Kimi no Nawa menjadi film animasi dengan penghasilan tertinggi sepanjang masa mengalahkan Sprited Away karya Hayou Miyazaki sebuah karya terbaik dari studio Ghibli yang hanya mendapatkan 10 juta dollar saja. Karena keberhasilan ini, Makoto Shinkai mendapat julukan The New Hayou Miyazaki sebuah julukan yang menurut saya memang pantas dia dapatkan. Cerita dari film ini sangat unik, meneritakan kisah pemuda SMA bernama Taki yang tinggal di Tokyo dan Mitsuha seorang gadis SMA yang tinggal di pinggiran kota. Pada suatu hari, Mitsuha mendapatkan sebuah mimpi yang dimana di dalam mimpi tersebut dia menjadi seorang laki-laki, begitu juga dengan Taki yang bermimpi menjadi seorang gadis. Keduanya tidak saling mengenal satu sama lain akan tetapi di dalam mimpi mereka mejalani kehidupan yang tertukar.  Tidak perlu diragukan lagi, film yang satu ini sangat saya rekomendasikan bukan hanya karena kepopulerannya tapi juga kisah di dalamnya yang berbeda dengan film-film animasi yang lain.

Itulah karya-karya Makoto Shinkai dari awal karir sampai sehebat sekarang. Other Worlds adalah film pertama yang dia buat , sebuah film pendek yang tidak terkenal dan tidak diperhatikan banyak orang. Tapi siapa yang menyangka dari film yang sangat sederhana tersebut, dia sekarang bisa membuat semua orang melihatnya dengan membuat film animasi paling sukses sepanjang sejarah Jepang mengalahkan sang tokoh legendaris Hayou Miyazaki. Sebenarnya, alasan saya menulis artikel ini tidak hanya untuk memberikan informasi tentang perjuangan dari Makoto Shinkai tapi juga untuk memotivasi teman-teman dalam berkarya karena siapa tahu bongkahan batu yang kasar hari ini akan menjadi sebuah permata suatu hari nanti.

Terima kasih sudah membaca dan jangan lupa meninggalkan komentar kalian karena kata-kata kalian akan menjadi motivasi untuk saya dalam memperbaiki tulisan-tulisan saya. Mina-san, Mata Atode!


EmoticonEmoticon